Skip to main content

Tips Hidup Tenang ala Fani

1:42 PM 3/5/2008

1. Jujur.

Bohong kecil-kecilan, bakal bikin kamu keenakan. Terus enggak sadar udah jadi boong besar. Hati-hati lho...
Kalo pas kamu enggak punya duit, bilang aja lagi bokek.
Kalo udah punya pasangan, ya jangan mendua.
Kalo emang bukan anak orang kaya, yach enggak usah maksa. Nanti malah masuk penjara.
Mendingan jujur aja dah, apa adanya...

2. Believe in your heart.

Kalo hati kamu bilang enggak, lebih baik jangan dilkerjakan deh, apapun itu.
Karena aku yakin Allah memberikan petunjuk lewat hati kita.

3. Banyak senyum, karena senyum kan sedekah yang paling murah.

Tapi kalo punya rizki banyak ya sedekahnya juga banyakan dooong, he he...

4. Jangan berani sama ortu, juga suami (khusus untuk wanita yang udah menikah)

5. Nikmati hidup.

Hidup itu kan seperti roller coaster kayak yang udah pernah naik roller coaster aja. Kadang naik, kadang turun, tak jarang pula terjal dan berliku. Tertawa, menangis, menjerit, lalu merasa lega dan bahagia karena sudah melewati rintangan yang ada.
Tapi jangan lengah, karena setelah kita tertawa, tantangan baru pasti akan datang didepan mata.

6. Bersyukur kepada Allah.

Kalau kamu lagi kesel karena enggak ngedapetin apa yang kamu pengenin, trus bikin kamu
ngambek sama Allah. Wah pengalaman pribadi lagi nih kayaknya he he... Coba deh kamu mulai menghitung apa saja yang udah Allah beri dalam hidupmu, mulai dari yang kecil-kecil aja deh, yang kayaknya enggak penting. Contohnya nih: biar hidung kamu enggak mancung tapi bisa bernafas, bisa kentut, BAB (maaf) lancar kamu pasti bisa bayangin sendiri kan, gimana rasanya kalo enggak bisa BAB, dan masih banyak lagi yang lainnya. Dari situ kamu bakal nemuin kekecewaanmu itu enggak sebanding sama apa yang udah Allah beri ke kamu.

7. Jangan ngegosip & peduli amat kalo digosipin.

8. Jangan nonton infotainment.

9. Punya sahabat, 1 aja deh minimal. Kayaknya penting banget tuh.

Namanya juga orang hidup kan perlu sosialisasi sama manusia yang lain. Dengan punya teman untuk berbagi, rasanya lebih enteng deh beban kita. Tapi kalau belum punya juga jangan kecil hati, curhat sama Allah aja. Konsultasi gratis, rahasiamu dijamin enggak bocor, he he...

10. Sopan & santun kepada siapa aja.

11. Banyak berdzikir, berdoa & pasrah kepada Allah.

Eh satu lagi nih...
Kalo kamu lagi marah, coba deh trik satu ini dicobain.
- Diam sejenak
- Tenangkan diri
- Pejamkan mata
- Ambil nafas dalam-dalam, nikmati & rasakan sampai ke rongga dada
- Lalu hembuskan perlahan
Ulangi lagi, sambil berdzikir tentu lebih baik.

Kamu bakalan menyadari bahwa setiap tarikan nafasmu itu sangat berarti. Dan kamu enggak pengen buang-buang waktumu dengan kegiatan yang sia-sia, apalagi marah-marah.

PEACE!

Comments

Popular posts from this blog

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...