Skip to main content

Cinta Ini Membunuhku

Alhamdulillah, walaupun masalah yang sedang terjadi padaku dan keluargaku belum ada keputusan akhirnya, karena nunggu Babe yang masih umroh. Tapi dalam proses cooling down ini, hidup rasanya enteng, enggak dipenuhi rasa emosi dan uring-uringan seperti minggu kemaren. Tenang & asyik aja...

Kejadian kemaren bener-bener jadi ajang introspeksi diri untuk kami sekeluarga, juga membuat aku sadar bahwa my family is the best, mereka benar-benar kasih support buat aku dan menguatkan aku, terasa aja gitu kalau kita memang saling menyayangi dan peduli. Bukannya kemaren-kemaren aku enggak sadar lho kalau keluargaku terdiri dari manusia-manusia yang baik hati, cuma karena seringnya kita ketemu trus berantem-berantem kecil kadang besar juga sih, jadi kadang enggak terasa aja yach sayangnya. Kalo udah ada masalah gini, baru terasa banget pentingnya kehadiran mereka disekitarku. Alhamdulillah...

Oh iya, selama proses penenangan diri ini aku jadi punya lagu favorit baru lho. Itu tuh lagunya D'Masiv yang judulnya Cinta Ini Membunuhku, biasanya sih aku enggak terlalu suka dengerin lagu band-band baru, apalagi yang easy listening.
***
OOT dikit nich... Kata adek & suamiku selera musikku rada aneh, mereka bilang lagu-lagu kesukaanku itu khusus buat orang nerd. Aku emang sukanya dengerin lagu yang santai tapi soulful gitu macem Opick, Uje, Tompi, India Arie, Nat King Cole, sama lagu-lagu tahun 90-an, masa-masa aku remaja dulu, he he...
***
Mungkin lagu itu sedikit mewakili perasaan hatiku kali ye, enak aja buat teriak-teriak berirama, biar ngurangin stress. Aku bilang sedikit karena insyaAllah cinta yang aku punya tulus dan cinta yang tulus tidak akan membunuhku, justru menguatkanku untuk kembali berdiri dan yakin bahwa Allah sedang menguji dan menyayangiku.

Kalau dipikir-pikir, apa yang udah aku alami ini enggak sebanding dengan nikmat yang udah Allah beri ke aku. Rasanya aku enggak pantes untuk berlama-lama bersedih dan aku harus berhenti menyalahkan orang lain. Tapi aku juga enggak mau & tidak akan memberikan kesempatan untuk mendengar orang lain berkata-kata & bersikap buruk lagi terhadapku. Karena aku tahu aku tidak buruk. Aku adalah ciptaan Allah dan Allah menciptakan aku untuk mendengarkan kebaikan, melihat kebaikan dan berbuat kebaikan. Kalau aku tidak sempurna dan pernah berbuat kesalahan, itu hanyalah karena aku manusia.

Aku enggak mau buang-buang waktu lagi, apalagi anak-anak butuh aku, aku harus hadir buat mereka. Mereka bikin aku bersemangat untuk belajar lagi, mereka bikin aku semangat untuk cari duit lagi he he..., mereka bikin aku sadar kalau aku ini belum tua-tua amat dan selama nyawa masih dirundung badan berarti aku masih bisa menggapai cita-citaku.

I love you, babies! You both are the greatest gift from Allah.

Cuma nasehat dikit nih buat kamu yang lagi jatuh cinta, jangan kebablasan. Cinta pada Allah tetap no. 1, trus orang tua dan keluarga, setelah itu boleh deh cinta-cintaan sama manusia yang lain. Kalau Allah bilang di Al Qur'an, menikahlah dengan seseorang no.1 harus karena agamanya, setelah itu yang lain baru bisa jadi pertimbangan (bobot bibit bebetnya, itu menurut bahasa awamku lho), itu bener banget. Karena jika Allah & Islam jadi pegangan hidup untuk berjuang di dunia, InsyaAllah pasangan hidupmu akan bisa bawa kamu bahagia dunia dan akhirat.

Udah ah, jadi kayak ustadzah aja nih. Thanks buat D'Masiv yang udah nemenin hari-hariku belakangan ini. Peace!

Comments

  1. love your blog...setuju juga sih...
    bisa mampir ke blog saya, masih baru juga...
    thanks...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...