Skip to main content

Hidup Ini Indah

Hidup ini terasa begitu indah kalau kita selalu bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang Dia berikan.

Hidup ini terasa begitu indah kalau kita bisa berbagi, membantu orang lain dan bermanfaat bagi makhluk hidup disekitar kita.

Hidup ini terasa begitu indah selagi kita memiliki harapan. Harapan akan datangnya hari esok membuat kita jadi bersemangat untuk melewati tantangan dan rintangan hari ini.

Hidup ini terasa begitu indah ketika kita sedang jatuh cinta.

Hidup ini terasa begitu indah ketika suamiku meneleponku disela-sela kesibukannya bekerja hanya untuk sekedar bertanya bagaimana kabarku hari ini.

Hidup ini terasa begitu indah ketika melihat anakku tampil diatas panggung untuk yang pertama kalinya. Rasanya terharu dan bangga karena ternyata dia mempunyai keberanian untuk melakukannya.

Hidup ini terasa begitu indah ketika kita dicintai orang lain.

Hidup ini terasa begitu indah ketika untuk pertama kalinya aku dan suamiku mengajak anak-anak kami nonton di bioskop. Lalu si kakak merasa takjub dan berkata padaku, "Waaah, ibu TV-nya besar sekali." Hehe... Aku yakin saat itu suaranya terdengar keras dan mungkin juga membuat siapa saja yang mendengarnya jadi tersenyum geli.

Hidup ini terasa begitu indah ketika si kecil bangun dimalam hari bukan untuk minta diambilkan air minum tapi menginginkan sesuatu yang ajaib. Misalnya minta diambilkan cokelat, kolak, bahkan pernah di pagi buta si adek minta dibuatkan mie goreng. Kebayang enggak sih ngantuknya. Ada-ada aja...

Hidup ini terasa begitu indah ketika pulang dari bepergian, anak-anak menyambutku dengan teriakan-teriakan, "Hore, ibu sudah pulang!" Lalu berebut membawakan barang bawaanku dan menghujaniku dengan cerita-cerita tentang kegiatan mereka selama aku pergi (tentu saja karena si adek baru 2 tahun, dia adalah copy cat kakaknya), juga sibuk bertanya apa saja yang aku lakukan selama aku pergi. Berisik deh pokoknya.

Hidup ini terasa begitu indah ketika kita berani mengakui kesalahan dan mau memaafkan orang lain.

Hidup ini terasa begitu indah ketika kita mau mengakui kekurangan diri dan belajar menerima kekurangan orang lain.

Hidup ini terasa begitu indah ketika kita tidak banyak mengeluh dan tidak banyak menuntut dari orang lain serta menikmati hidup dengan segala pasang surutnya.

Hidup ini terasa begitu indah ketika kita melakukan sesuatu sesuai dengan hati nurani. Aku sangat percaya, hati adalah tempat Allah memberi petunjuk suciNya kepada manusia.

Hidup ini terasa begitu indah ketika kita mau mengendapkan ego, berpikir dengan jernih, berkasih sayang dengan tulus diantara sesama manusia dan menyadari betapa kecil manusia dihadapan Allah SWT. Jadi kita tidak lagi punya kesempatan untuk saling menyombongkan diri dan merasa paling benar sendiri. Juga kita tidak perlu lagi saling membunuh dan saling menjatuhkan. Dan kita juga tidak perlu lagi menghancurkan alam semesta yang seharusnya menjadi warisan paling berharga untuk anak cucu kita nanti. Tapi bisakah semuanya akan terwujud, ketika keserakahan telah membelenggu hati manusia? Hanya waktu saja yang bisa menjawabnya.

Comments

Popular posts from this blog

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...