Skip to main content

Libur Telah Usai...

Hai, udah lama nih enggak nge-blog. Sejak post terakhirku, aku mengistirahatkan diri dari hal yang berat-berat. Sebenernya, cuma pengen cooling down aja sih. Menikmati hidup. Karena selayaknya seorang ibu, aku suka sibuk mengurus anak-anak dan rumah tangga. Hari-hari diisi dengan peraturan-peraturan atau mungkin lebih enak dibilang kebiasaan-kebiasaan positif supaya anak-anak belajar disiplin sejak dini tapi mereka tidak merasa terbebani. Wah, ternyata enggak gampang lho menerapkannya pada mereka. Dibutuhkan kesabaran dan kreatifitas yang luar biasa. Hey, aku enggak bilang aku udah bisa sabar ya menghadapi kedua bintang kecilku itu, hehe... Tapi paling enggak selama ini mereka bisa tetap enjoy sama aturan (yang mungkin belum mereka sadari) yang aku tegakkan dirumah, belum ada yang protes dan yang paling penting mereka tetap sayang sama aku, biarpun kadang aku suka galak. Dikit...

By the way, sebulan kemaren aku benar-benar manfaatin waktu buat meredakan ketegangan yang ada pundakku. Dan tanpa aku sengaja, sepertinya momen demi momen itu pas banget dan menunjang aktifitas relaxku. Ayahku yang biasanya super sibuk, sebulan kemaren seperti ingin memanjakan kami semua (ibu, adek-adek, suami & anak-anakku). Dari yang sekedar jalan-jalan ke mall, beli buku, belanja, nonton, lalu refreshing ke Taman Safari 2 di Pandaan, jalan-jalan ke kota Batu, Malang sampai sekedar muter-muter kota Surabaya dan Sidoarjo cuma buat berwisata kuliner aja. Nyobain tempat-tempat makan yang belum pernah kami kunjungi sebelumnya. Asyik deh!

Di rumah aku juga berusaha enjoy. Baca buku, tidur sore dan menikmati bermain bersama anak-anak, enggak pake acara ngomel walaupun rumah udah mulai kayak kapal pecah. Hihihi... Dan kalau aku perhatikan, ternyata mereka seneng banget lho bermain-main sama aku. Aku seperti bisa melihatnya dari cahaya mata mereka. Aku jadi terharu dan bahagia sekali.

Tapi liburan sudah berlalu, Kakak udah mulai sekolah, harus bangun pagi lagi, harus belajar lagi. So it's time to go back to reality. Karena kalau Kakak bangun pagi, itu artinya aku harus bangun lebih pagi. Kalau Kakak harus belajar maka aku harus belajar lebih banyak. Kalau anak-anak harus belajar disiplin, itu artinya aku harus lebih dulu menerapkannya dalam hidupku supaya bisa menjadi contoh buat mereka. Capek deh... Tapi biarpun mulai tegang lagi, tapi aku semangat sekali.

Tetap semangat ya!

Comments

Popular posts from this blog

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...