Skip to main content

I Love This Game

Ketika menginjak SMP, sekitar tahun '92-anlah, aku begitu tergila-gila pada NBA. Aku mulai tertarik mengikuti perkembangan basket dari negeri paman Sam itu ketika RCTI mulai menayangkan secara rutin berita-berita tentang NBA yang kalo enggak salah saat itu acaranya dipandu oleh Iwa K dan tentu saja RCTI juga menayangkan acara NBA Inside Stuff yang dipandu oleh Ahmad Rasyad. Asyiiik banget.

Sejak itu aku mulai menggali segala macam informasi tentang NBA. Aku juga mulai mengumpulkan berbagai macam pernak pernik yang berhubungan dengan NBA. Mulai dari stiker, pin, poster hingga kartu basket. Waktu itu hampir seluruh tim NBA, aku punya pinnya lho. Kalau poster dan pin up sih dulu gampang banget dapetinnya, pedagang-pedagang kaki lima banyak juga yang jualan kok. Lalu majalah-majalah remaja dan tabloid olahraga juga sering banget kasih gratisan pin up gambar para pemain basket kondang di jamannya. Khusus untuk kartu basket, aku selalu beli di toko yang khusus menjual pernak-pernik NBA asli, katanya sih begitu.

Waktu udah masuk SMU, semakin seru aja NBA. Aku ingat banget tahun segitu Grant Hill, Shaquille O'neal dan Anfernee 'Penny' Hardaway baru-baru aja jadi rookie disana. Dan jangan lupa, pemain-pemain senior macam Charles Barkley, Reggie Miller, Karl Malone, Patrick Ewing, Alonzo Morning, Gary Payton, Scottie Pippen, Dennis Rodman, dan pemain-pemain legend lainnya, yang buat penggila basket pasti nama-nama itu udah enggak asing lagi, semakin membuat merinding deh. Setiap game yang ditampilkan itu seru dan keren abis. Tapi best of the best dan pemain favoritku, tentunya tidak lain dan tidak bukan adalah Michael Jordan. Kalau buat Mr. Jordan, enggak cuma posternya aja yang aku kumpulin, mulai dari stiker, berita-berita tentangnya yang ada di surat kabar, tabloid, sampe majalah-majalah edisi khusus MJ aku kumpulin semua walaupun untuk itu aku mesti libur jajan selama seminggu. Parah banget ya... Tapi sumpe deee, cuma mengingat masa-masa itu aja masih terasa asyiknya. Aku sampai pernah bela-belain bolos sekolah cuma karena pengen lihat NBA final dan NBA All Star Game yang sempat beberapa kali ditayangin secara live oleh RCTI waktu itu. Untung ibu enggak nyap-nyap, malah beliau yang memintakan izin aku untuk enggak masuk pada pihak sekolah. Mungkin pikir ibu daripada bolosnya keluyuran mendingan bolos di rumah aja ya, hehe... Oh ya, aku sempat punya poster Dream Team tahun '96, yang aku dapatkan secara gratis dari tabloid Bola. Sumpah, keren abiiis.

* * *
Tapi kegemaranku mengikuti perkembangan basket saat itu, tidak otomatis membuatku menjadi orang yang jago main basket ya. Aku justru enggak bisa main basket, hehe... Makanya waktu itu aku enggak pernah berbagi tentang kegemaranku menonton NBA pada teman-teman sekolahku menyadari kekuranganku yang satu itu. Aku dulu emang tomboy dan sporty, tapi basket bukan olahraga favoritku untuk menjaga kebugaran tubuh melainkan jalan dan lari alias jogging. Untuk olahraga yang satu ini, InsyaAllah aku masih melakukannya rutin setiap pagi selepas sholat subuh, kecuali kalo lagi males atau habis begadang sampe pagi, hihihi...
* * *

Hakeem Olajuwon dari Houston Rocket yang sempat mengambil tahta Michael Jordan selama dua tahun berturut-turut sempat membuatku kepincut, MJ-kan sempat mundur selama hampir 2 tahun karena ayahnya meninggal dunia. Tapi ketika MJ kembali bertanding, aku selalu menjadi pendukung setia Chicago Bulls. Pokoknya game demi game yang mereka lakukan saat itu bener-bener fantastis, menegangkan, mendebarkan, seru, mengharukan dan yang pasti keren abis deh (kayak enggak ada kata-kata lain aja).

Dan ketika MJ benar-benar memutuskan keluar dari NBA, aku jadi ikut-ikutan patah hati deh. Untuk beberapa saat aku sama sekali tidak ingin mendengar berita apapun tentang NBA. Segitu patah hatinya ya, hihihi... Tapi bener lho, ibaratnya orang putus dari pacar nih, rasanya sedih dan perih banget hati ini tidak menyaksikan Michael Jordan dikancah perbasketan (apa sih?) Amerika.

Seingatku peristiwa menyedikan itu terjadi ketika kelulusan SMU atau pada saat aku mau mulai menginjak bangku kuliah. Akhirnya semua poster dan pin aku bagi-bagikan pada saudara dan teman yang menginginkannya, bahkan rupanya ada yang udah mengincarnya sejak lama lho. Tapi untuk majalah dan kartu basket, seingatku sih aku tidak pernah membuang atau memberikannya pada siapapun (mahal bow), hanya aku lupa dimana meletakkannya. Walaupun beberapa tahun lalu Michael Jordan sempat come back dan main di Washington Wizard, tapi aku udah enggak cinta mati lagi sama NBA. I still love him, tapi kalau buat maniak lagi ke NBA kayak dulu, kayaknya enggak mungkin deh. Buat aku NBA means Michael Jordan = Chicago Bulls = Phill Jackson, Scottie Pippen, Dennis Rodman, Toni Kukoc and friends. That's it. Kalau komposisi timnya bukan mereka lagi, kayaknya kok kurang asyik ya, hihihi (aneh ya?). Enggak-enggak, hanya mungkin saat itu aku udah beranjak dewasa, jadi udah bisa membedakan mana yang reality dan khayalan, hehe. Enggak pernah nyesel pernah jadi penggemar NBA, jadi punya cerita dan pengalaman seru. Asyik.

Bravo NBA! Terima kasih udah memberi warna pada masa remajaku.
I love you, MJ!

Comments

Popular posts from this blog

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...