Skip to main content

Hantu... Hiii, seleeeem!!!

Anak-anak adalah makhluk yang paling tahu bagaimana cara untuk bersenang-senang. Begitupun juga dengan anak-anakku. Sebagai orang dewasa yang seringkali terjebak dalam rutinitas dan usaha untuk memenuhi target-target kehidupan, lambat laun aku merasa aku sering stres dan kehilangan sense of humor. Dan aku yakin tingkat stresku lebih tinggi dibanding dengan suamiku. Suamiku adalah pekerja kantoran yang tak jarang harus bertugas ke luar kota yang memungkinkannya untuk bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang. Belum lagi hobinya bermain musik bersama teman-teman bandnya, pastilah meredam segala penat dipundaknya (tapi belum tentu dikepalanya). Sedangkan aku seorang ibu rumah tangga dengan seabrek rutinitas yang dimulai dari pagi buta untuk mengurus rumah, suami serta anak-anak dan memastikan semuanya berjalan lancar buat mereka. Seringkali aku harus mengalahkan diriku untuk kepentingan mereka. Honestly, it's not easy for me. Aku merasa terkungkung dalam sebuah box yang aku sendiri tidak tahu kapan bisa keluar dari dalamnya. Hidup terasa begitu cepat dan melelahkan. Tapi semakin bertambah usia, semakin banyak persoalan yang kami hadapi dalam rumah tangga, semakin kami bersyukur kepada Allah karena banyak pelajaran berharga yang bisa kami petik untuk mendewasakan dan memperkuat pondasi dalam keluarga. Aku belajar untuk lebih bijak dalam melangkah dan mengambil keputusan. I know it ain't over yet, tapi inilah hidup dan kehidupan yang tidak akan pernah berhenti berputar dan berproses hingga Allah memanggil kita menghadapNya. Akan selalu ada gejolak, tangisan dan air mata tapi juga akan selalu berganti dengan senyuman, canda tawa dan bahagia. Selain sholat & berdoa, kehadiran anak-anaklah yang membuatku tetap sadar dan menapak bumi alias tidak gila. Mereka mengajarkanku untuk tertawa lepas dan menikmati hidup, mereka pula yang menyadarkanku bahwa it's okay to relax dan mencuri waktu untuk diri sendiri. They are the best give from Allah ever. Aduh, maaf ya kok aku jadi curhat padahal aku tadi sedang ingin menulis tentang kegemaran baru dari anak-anakku.

Ya, belakangan ini kakak dan adek sedang tertarik dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan hantu. Dalam pengertian mereka hantu adalah penampakan yang serem-serem seperti yang sering mereka lihat di layar kaca. Tapi ada satu bentuk hantu yang sedikit berbeda yang akhirnya menjadi favorit mereka yaitu pocong. Anehkan? But that's true. Jadi apapun yang mereka bicarakan selalu saja berhubungan dengan hantu. Misalnya ketika kedua kakak beradik itu sedang mandi dan hampir seluruh anggota badan mereka tertutupi oleh busa, celetukan yang keluar dari mulut kakaknya, "Lihat dek badan kakak putih semua, kayak pocong ya?" Lalu si copycat menjawab, "Iya kak, adek juga."

Entahlah, aku tidak ingat bagaimana awal kecintaan dan ketertarikan mereka dengan segala sesuatu yang berbau horor, tapi yang jelas mereka suka sekali melihat film serem, begitu mereka biasa menyebut film-film bertema hantu itu. Film horor yang ditampilkan di televisi biasanya berbentuk FTV dan selama ceritanya tidak mengandung unsur pornografi, aku memang tidak melarang mereka untuk menontonnya. Kalau unsur kekerasan & kekonyolan cerita sepertinya memang agak sulit lepas dari kancah persinetronan di Indonesia ya?! Aku sendiri sebenarnya tidak terlalu suka menonton film horor karena aku tidak suka merasa ketakutan tapi apa boleh buat, mau nggak mau aku harus selalu mendampingi mereka menonton tv untuk menjelaskan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka tentang hal-hal baru yang membuat mereka penasaran. Apalagi ketika hari libur aku memang tidak membatasi jam tidur mereka. Mereka boleh melek untuk bermain atau menonton televisi atau video sampai jam berapapun sebagai kompensasi ketaatan mereka selama 5 hari dalam seminggu, mengikuti jadwal dan aturan-aturan yang dibuat oleh ibunya yang walaupun sedikit galak tapi baik hati & tidak sombong ini.

Tapi jangan pernah sekali-kali meremehkan isi kepala mereka lho, banyak pertanyaan-pertanyaan mengejutkan yang keluar dari bibir kecil mereka yang membuatku kehabisan kata untuk memberikan penjelasan yang bisa dicerna oleh otak mereka. Kadang saking desperate-nya (bahasa opo iku? :-) ) aku cuek aja memberi mereka jawaban dengan bahasa orang dewasa kebanyakan. Setelah selesai menjelaskan sesuatu biasanya aku selalu bertanya, "Ngertikan anak-anak?" Si kakak menjawab, "Enggak!" Lalu adeknya suka nyambung, "Ibu ngomong apa sih?" Hihihi...

Mereka juga makhluk paling jujur yang pernah aku temui. Mereka akan mengatakan apa yang mereka rasakan tanpa merasa canggung, kepadaku, ayahnya atau kepada siapa saja yang mereka temui. Anak-anakku adalah guru terbaik dalam hidupku. Luv u, guyz!!!

Comments

Popular posts from this blog

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...