Skip to main content

Chickenpox

Hai, Adek! Waktu ibu sedang menulis ini, adek sedang tiduran disamping ibu sambil sesekali mengeluh, "Gateeeel, gateeeel!" Adek sedang kena cacar air, sayang. Adek nggak mau dipegang tapi nggak mau juga ibu tinggal lama-lama, alamat pekerjaan ibu jadi banyak yang terbengkalai. Mana adek susah lagi kalau disuruh makan, tapi Alhamdulillah adek tetap mau minum obat. Dan yang membuat ibu bangga dan bahagia, adek tetap mandiri lho. Walaupun di telapak kaki adek juga ada chickenpox-nya, setiap mau pipis adek buka celana sendiri, sambil berjalan terjinjit-jinjit adek berangkat ke kamar mandi sendiri, pipis sendiri, cebok sendiri dan pakai celana lagi, sendiri. You didn't ask me or your sister to help you. You are a big boy now, huh! I'm very proud of you.

Poor baby! Nggak tega deh lihat adek kayak gitu :(


Adek juga tidak merepotkan walaupun sedang sakit begini. Kalau adek mau makan, seperti biasa ibu hanya menyiapkan nasi dan lauk, nanti adek akan makan sendiri, tidak perlu ibu suapin. Bukannya ibu tidak menawarkan diri untuk nyuapin adek lho, tapi adek sendiri yang nggak mau disuapin. Lalu kalau adek sudah lelah atau mungkin bosan nonton TV sambil tiduran, biasanya adek langsung aja main game online, seperti biasanya aja. Cuma mungkin karena badannya juga emang lagi nggak enak semua, adek nggak mau ngerjain PR Kumon, hehe. Ibu juga nggak maksain sih, ibu ngerti kok ;) Semoga Allah segera menyembuhkanmu ya, sayang!

Dan Kakak, I'm proud of you too. You're so chill. Sepertinya kakak ngerti bahwa ibu tidak bisa terlalu fokus untuk membantu kakak belajar walaupun sebenernya minggu-minggu ini kakak sedang ujian semester tapi ibu lihat kakak cukup percaya diri dan mandiri. I believe in you. I know you can pass your exam with best grade. I'm sorry if I were too busy with my self. Semoga semua cita-cita baik kakak dikabulkan dan diridhoi Allah Swt. Aamiin.


I love you pull :*

Comments

Popular posts from this blog

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...