Skip to main content

It's My Birthday

Hey, kiddos. How are you? I hope you are in a great feelings while you're reading this, like me. It's my birthday. Officially, 32. I feel excited but it feels weird also in the same time.

Hari ini semua berjalan seperti biasa. Bangun pagi, sholat subuh, bahkan hampir lupa kalau hari ini lagi ulang tahun, sampai akhirnya ayah kalian ngucapin selamat ulang tahun pada ibu, baru deh nyadar. Tong tong tong *jendul-jendul jidat sendiri*. Tapi setelah itu ya udah, back to routine lagi.

Tapi waktu sahabat ibu sejak SMP, tante Gusti menelepon, kebetulan tante Gusti berulang tahun di tanggal 5 Desember, sehari sebelum hari kelahiran ibu, hari ini jadi berasa seru. Biasanya saat tante Gusti berulang tahun, ibu akan meneleponnya untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Dan besoknya ketika ibu berulang tahun, tante Gusti akan balik menelepon ibu untuk mengucapkan selamat. Kebiasaan itu seperti menjadi rutinitas bagi kami setiap tahun sejak kami sama-sama lepas dari SMP. Walaupun kami sudah lama sekali tidak jumpa, tapi ritual itu sepertinya lebih tidak bisa kami lepaskan dibandingkan dengan mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, dsb.

Lalu tadi sore sewaktu menunggu kalian berdua les Kumon, ibu lihat di timeline Facebook ibu banyak yang ngucapin selamat dan mendoakan. Seneng deh banyak yang perhatian. Semoga doa-doa mereka dikabulkan Allah Swt dan kebaikan kembali kepada yang sudah mendoakan.

Btw, rindu sekali ibu bisa menulis untuk kalian. Beberapa bulan terakhir ini ibu bertambah kesibukan jadi semakin sulitlah ibu mencuri waktu untuk menulis dan menuangkan pikiran. Karena ketika malam tiba kita semua, ayah, ibu, kakak dan adek, yang seharian sudah sibuk dengan aktifitas masing-masing sudah lelah dan ingin segera mengistirahatkan raga dan pikiran. Jadilah ibu dan kita semua belakangan ini hampir tidak pernah begadang. At least jam 10 malam, kita semua udah tepar. Hehe...

Sekarang aja ibu udah ngantuk banget nih. Kalian dan ayah udah pada tidur dari tadi, kalian pasti capek ya karena baru maghrib tadi balik dari Kumon. Terima kasih ya, nak. InsyaAllah kerja keras kalian, bersungguh-sungguh dalam belajar, berlelah-lelah berjalan kaki, seringkali harus naik turun angkot, serta dibantu doa ibu, ayah dan orang-orang yang menyayangi kalian, tidak akan sia-sia. Ibu yakin kelak kalian akan mencapai apa yang kalian cita-citakan.  Aamiin. 

Terima kasih untuk senyuman yang kalian tebarkan, karena senyuman itulah yang membuat ibu kuat dan tidak terlalu merasa bersalah karena ibu tahu kalian pasti lelah karena sudah pasti beban belajar kalian jauh lebih berat dibanding saat ibu masih kecil dulu. I hope we're make it someday. Kepada sesuatu hal yang kita tidak tahu apa itu bentuknya tapi kita mempercayainya dalam hati kita. Semoga kita termasuk dalam golongan manusia-manusia yang ikhlas dalam bekerja dan menuntut ilmu ya, sayang. Aamiin.

I'll see you later, sweethearts. I'm proud of you. Luv you :*

Comments

Popular posts from this blog

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...