Skip to main content

Menikah

Salma dan Taqee, jika kelak kalian dewasa, tidak perlu terburu untuk menikah. Take your time, nikmati masa muda dengan bekerja, banyak berkarya, meningkatkan prestasi, meningkatkan kemampuan diri, banyak beramal dan membantu orang lain, volunteering. Weits, jangan lupa menabung jadi kalian bisa mewujudkan impian untuk berkeliling dunia.

Jikapun kalian sudah merasa suatu saat nanti ini waktunya untuk menikah, pastikan kau mengenalnya dengan baik, mengenal kedua orang tuanya, saudara-saudaranya, teman-temannya, karena mereka semualah yang membentuk calon pasangan hidupmu. Kalau kau merasa ada yang tidak nyaman, jangan paksakan, sayang. Mungkin dia bukan yang terbaik untukmu. Yakinlah kau akan menemukan jodoh terbaik pilihan Allah, karena itu berusahalah untuk selalu memperbaiki diri.

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).” (QS. An-Nur [24] : 26).

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian isteri-isteri dari diri kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS Ar-Rum [30] : 21)

Menikah bukan perkara mudah karena lembaga pernikahan adalah sebuah komitmen seumur hidup. Come on, jika beruntung kita akan terjebak pada orang yang sama berpuluh-puluh tahun ke depan, hehehe... Berdasarkan pengalaman ibu, bayangan bahwa sebuah pernikahan itu seperti cerita dongeng, live happily ever after hanyalah ada dalam film kartun saja, akan banyak tantangan dalam sebuah pernikahan. Tapi mungkin disitulah letak seni dalam pernikahan. Manis, asem, asin, ramai rasanya. Bercerai memang halal, tapi itu perkara yang paling dibenci oleh Allah. Kita tidak inginkan menjadi makhluk yang dibenci oleh Allah? Karena itu selalu mintalah petunjuk kepada Allah. Banyak berdoa, sholat istikhoroh sebelum menentukan pilihan, biarlah Allah yang menuntunkan jalanmu, nak.

Harapan ibu, kelak orang yang akan mendampingi kalian adalah orang yang mencintai, menyayangi, mengasihi dan menghormati kalian serta keluarga kita. Begitupun ketulusan yang sama dapat kalian rasakan kepadanya dan keluarganya. Tidak perlu terburu nafsu oleh cinta, karena cinta yang kekal adalah cinta milik Allah. Jika agama menjadi landasan dalam berumah tangga, maka cinta akan tumbuh dan terpupuk dengan sendirinya, karena Islam sudah mengatur adab dalam berumah tangga dengan begitu indahnya. Jika nafsu yang menjadi landasannya, maka cinta membara tiada berguna. Semuanya akan binasa dalam sekejap mata dan rumah tangga hanya akan mendatangkan sengsara.

Ibu tidak bermaksud melarang kalian menikah di usia muda, hanya pastikan jika waktu itu tiba, kalian sudah siap secara fisik, mental, finansial dan yang penting jangan lupa untuk bekali diri dengan pengetahuan agama yang cukup. Okey (y)

Comments

Popular posts from this blog

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...