Skip to main content

Adek, Ada Saja

Halo, Salma, Taqee... How are you, sweethearts?

Beberapa minggu belakangan ini, Ibu sibuk sekali. Selain disibukkan dengan segala macam urusan rumah tangga dan pendidikan kalian, juga karena Ayah habis operasi gigi dan Ibu juga harus banyak belajar dan mengerjakan tugas dari kursus online yang sedang ibu ambil dan jalani sudah hampir dua bulan ini *whew*. But I enjoy it, busy is fun.

Btw anyway busway :D ibu mau berbagi cerita tentang adek nih, ibu baru ingat dan ibu ingin sekali menceritakannya kembali. Beberapa hari lalu sewaktu ayah mau minum obat untuk meredakan rasa nyeri bekas operasi giginya, ayah bertanya pada kakak yang saat itu sedang makan.

"Kak, biasanya kalau orang mau minum obat, supaya tidak terasa pahit obatnya diletakkan dimana? Diujung lidah atau dipangkal lidah?"

"Diujung, ayah. Kan yang didepan untuk merasakan manis, supaya obatnya nggak terlalu pahit." Jawab Kakak. "Kalau rasa asin disebelah kanan. Kalau rasa asem disebelah kiri. Kalau pahit dibelakang."

"Kakak kok tahu?" Tanya Ayah. "Sudah belajar ya?"

"Kakak baca di buku Why." Kata Kakak yang emang hobi membaca itu.

"Kalau rasa pedes dimana dong?" Tiba-tiba Adek nyeletuk. "Ibu kan suka pedes tuh."

"Kalau rasa pedes, gini niiiih..." Ibu menirukan gaya seekor anjing yang suka menjulur-julurkan lidahnya saat berlari. Hahahaha, ada-ada saja Adek.

Dua hari yang lalu juga begitu, saat kita melihat sebuah iklan pemerintah yang ditayangkan di TVRI tentang seorang anak miskin yang mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan sekolahnya ke jenjang perguruan tinggi.

Adek langsung kasih komentar, "Untung rumah seperti itu nggak ada di Amerika." Ooh, rupanya dia sedang memperhatikan rumah gubuk yang menjadi settingnya. "Kalau kena tornado atau kejatuhan salju, sudah ambruk duluan pasti rumahnya."

Haduuuuh, adaaaa saja yang dipikirkan anak kecil itu.

Comments

Popular posts from this blog

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...