Skip to main content

Alhamdulillah...

Alhamdulillah, kemarin Adek lulus test dan officially jadi completer Kumon EFL. Mungkin saat membaca ini kalian jadi ingat bahwa kemarin adalah hari yang seru buat kita. 

Sehari sebelumnya kita sudah janjian untuk bangun pagi, kita sudah sepakat untuk berangkat jam 9 pagi, karena perjalanan dari rumah ke gedung Bumi Mandiri Surabaya lumayan jauh jaraknya. Dan Adek nggak mau naik taksi, mau naik angkot aja biar hemat. Maksud Adek sih bukan benar-benar hemat, tapi duit buat naik taksinya biar bisa dibuat jajan. Haha...

Jam 9 dibangunin, Kakak dan Adek bergeming saja. Bergerakpun tidak dari tidur kalian. Inilah akibat jika semalaman tidak tidur, padahal sudah ibu ingatkan berkali-kali untuk diusahakan supaya malam itu kalian tidak begadang sampai pagi. Tetapi karena memang sejak awal bulan puasa siklus tidur kita sedikit bergeser, kalau malam melek dan baru tidur selepas sholat Subuh. Akhirnya ya begitu deh, jadi susah dibanguninnya.

Jam 10, lewat...

Jam 11, baru deh mata kalian sudah mulai bisa dibuka. Alhamdulillah, udah pada sadar ya, langsung pada mandi dan bersiap-siap. Karena kita berangkat selepas sholat Dhuhur, yah mau nggak mau harus naik taksi, karena nggak akan keburu kalau mau naik angkot. Untung sekarang ada alternatif baru, Uber, lumayanlah kita bisa berhemat daripada naik taksi. Eh belum lagi menghubungi Uber, tiba-tiba dapat telepon dari Abah, beliau mengajak untuk berangkat ke Surabaya sama-sama karena kebetulan Abah mau pulang mengantarkan beras untuk fitrah, sekalian aja katanya. Alhamdulillah...

Setelah test, adek dinyatakan lulus dengan nilai hampir sempurna. Salah satu saja di pilihan ganda. Alhamdulillah... Hanya satu jam berada di kantor pusat Kumon di kota Surabaya, kita segera pulang. Sebenarnya Kakak masih ingin jalan-jalan, pengen ke TP katanya. Tetapi niat itu sepertinya harus ditunda, karena hari sudah menjelang sore, ibu dan Adek malas jika harus terjebak lama-lama di kemacetan kota Surabaya. Seperti yang kita alami, sewaktu Kakak tes completer Kumon tiga bulan sebelumnya.

Alhamdulillah, perjalanan pulang kita yang naik angkot oper dua kali itu (hehe) semua dilancarkan Allah SWT. Sebagai ganti nggak jadi jalan-jalan ke TP, kita jalan-jalan saja di sebuah Mall yang cukup besar di Sidoarjo. Nonton film Independence Day 2 3D, walaupun sudah telat seperempat jam, tapi yah kapan lagi kesempatannya, mumpung lagi jalan, sekalian aja.

Selesai nonton ternyata waktu berbuka sudah lewat, tempat makan dimana-mana penuh. Sampai akhirnya kita menemukan sebuah tempat makan baru di mall itu, tempatnya cozy, nyaman tapi agak sepi. Aneh juga di jam berbuka seperti itu. Setelah duduk kita baru tahu alasannya, rupanya makanannya mahal harganya. Haha... Kita pesan secukupnya saja, maklum kita bertiga kan makannya nggak terlalu banyak. Dan ternyata makanannya sesuai dengan harganya. Porsinya besar dan rasanya cocok sama lidah kita. Worth it lah. Eh pas dibayar, ternyata lagi ada promo. Dapat diskon kita hampir setengah total harga. Ya Allah, Alhamdulillah...

Fabiayyi 'aala irobbikumaa tukadzibaa... Matur sembah nuwun ya Allah atas semua kenikmatan dan kelancaran urusan kami selama ini. Alhamdulillah...

Comments

Popular posts from this blog

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...