Skip to main content

I Love Ramadhan

Pernahkah kamu memperhatikan langit pada malam hari? Apa yang kau lihat? Apa yang kau rasakan? Setiap malam selalu kusempatkan untuk sekilas memandang langit. Aku merasa langit sudah tidak seindah dulu lagi.

Setiap memandang langit, aku selalu teringat semasa kecil dulu. Tampak awan berarak-arak, ada yang berbentuk kuda, anjing, bunga, gajah, pesawat, dll. Bahkan bersama adik atau teman-teman masa kecilku dulu, kami sering tiduran diteras depan rumah untuk sekedar berlomba-lomba menghitung bintang yang tampak semarak memamerkan cahayanya yang gemerlapan diantara gelapnya malam. Begitu banyak bintang yang bertebaran hingga seringkali kami menyerah untuk menghitung semuanya. Entahlah. Apakah benar sudah banyak bintang yang enggan menampakkan cahayanya? Apakah memang langit sudah tidak seindah dulu lagi? Ataukah aku yang sudah kehilangan jiwa murniku sehingga sudah tidak mampu lagi berimajinasi dengan indah tentang awan-awan diatas sana.

Tapi believe it or not, malam Ramadhan, malam pertama umat muslim menjalankan ibadah sholat tarawih, saat aku berjalan menuju masjid untuk melaksanakan sholat tarawih berjamaah, tentu saja tidak pernah lupa aku melihat ke atas. Subhanallah, langit tampak begitu indah. Bintang-bintang bertebaran seakan berlomba untuk menyambut datangnya bulan yang penuh berkah dan ampunan. Sungguh, tidak pernah aku melihat langit yang begitu indah seperti malam itu semenjak aku kecil dulu. Aku merasa terharu. Bahagia. Buat aku pribadi, peristiwa yang mungkin tampaknya biasa aja itu, begitu menggetarkan jiwaku. Semoga Ramadhan kali ini dapat menambah keimananku pada Allah dan juga selalu membuatku tersadar (tidak pernah lengah) akan kebesaran dan kasih sayang Allah SWT.

Comments

Popular posts from this blog

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...