Skip to main content

Aku Hanyalah Seorang Ibu

Kadang aku merasa kau mengecilkan perananku. Kadang aku ingin menantangmu, apakah kau bisa mendidik anak-anak sama seperti aku mendidik mereka. Aku ngga nganggur lho, aku juga sibuk. Sibuk mengasuh dan mendidik mereka. Aku sibuk memastikan mereka memiliki badan yang sehat, lingkungan yang bersih, makan makanan yang bergizi, pakaian yang rapi, serta mendapatkan hiburan yang pantas dan berisi untuk otak mereka.

Anak-anakku, kalian tidak menyadari bahwa kalian sedang mengisi jiwaku dan seketika merekatkan serpihan-serpihan lelah ragaku ketika tiba-tiba kalian memelukku dan berkata, "I love you, Ibu." Uang sebesar apapun tidak akan mampu membeli kenikmatan hari-hariku bersamamu, anak-anakku tersayang.

It ain't easy for me sometimes tapi aku akan selalu berusaha agar mereka selalu mendapatkan yang terbaik dariku, karena mereka adalah investasi masa depan. Kebaikan yang mereka terima adalah kebaikan untukku. Naudzubillah, apabila keburukan menimpa mereka berarti kehancuran bagiku. Merekalah nanti anak-anak yang akan mengantarkanku ke surga atau neraka.

Aku tidak butuh penghargaan, I'm just a mother who loves my children.

Comments

Popular posts from this blog

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...