Skip to main content

Diamku

Silence is gold, is that true?

Buat aku silence is suck. Diam itu menyesakkan, diam itu melelahkan, diam itu artinya terinjak-injak, diam itu artinya tidak berhak mendapat penjelasan apa-apa hanya karena bibir ini tidak pernah memintanya. Apakah diamku tidak cukup memberi pertanda baginya bahwa aku membutuhkan sebuah penjelasan dan kejelasan dari sikapnya selama ini.

Tidakkah kau yang disana tahu bahwa diamku untuk menyelamatkan kita. Diamku karena menghormatimu, karena petuah orang tuaku untuk bersabar menghadapimu dan karena Tuhanku menyuruhku untuk mengjaga kehormatanku untukmu.

Aaaaah, meski bathin ini perih, dada ini sesak dan raga terasa sangat lelah tapi diam adalah cara terbaik bagiku untuk tidak menambah daftar merah di catatan Tuhanku karena bibirku tidak perlu mengeluarkan sumpah serapah dan kata-kata hina. Walaupun aku yakin Tuhanku sudah mendengar suara hatiku yang sudah memuntahkan kata-kata kotor itu terlebih dulu.

Tuhan, ampunilah aku...
Bimbinglah aku di jalanMu ya Allah...
Berilah kekuatan dan kesabaran padaku ya Allah...
Berikanlah jalan keluar terbaik bagi kami ya Rabbi, supaya tiada lagi yang tersakiti, supaya tidak lagi ada kemudhorotan diantara kami...
Aku hanya ingin hidup tenang & bahagia...
Aku ingin membesarkan kedua anakku dengan jalan yang Kau ridhoi...
Hmmm...
Okay, I know...
Ini hanyalah salah satu cara-Mu mencintaiku, makhlukmu yang hina ini...
Dengan memberikan cobaan yang ayahku yakini sebagai ujian dariMu untuk menaikkan derajatku...
Hmmm...
Oke, aku terima deh tanda cinta dariMu ya Tuhanku
Tapi jangan tinggalkan aku ya...
Aku akan menghadapinya dengan yakin bahwa Engkau akan selalu ada didekatku
Love You :)

Comments

Popular posts from this blog

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...