Skip to main content

"Kaaak, Adek Mau Pipiiiis...!"

"Adek buka celananya ya, trus pipis. Nanti kalo udah, panggil kakak. Nanti kakak yang cebokin," jawab kakaknya tenang.
"Iya, Kaaak." Ujar adeknya sambil menuju ke kamar mandi.

Adek memang selalu gugup jika merasa harus ke kamar kecil ketika aku sedang berhalangan menemaninya. Kebetulan siang tadi sewaktu adek kebelet pipis, aku sedang sholat dhuhur dan kedua malaikatku itu sedang makan siang. Tapi mendengar mereka berbicara begitu sopan satu sama lain, sedikit (atau banyak) mengusik kekhusyukan sholatku.

Aku terharu. Aku bangga dan bersyukur sekali pada Allah karena mereka anak-anakku. Aku tahu banget mereka saling menyayangi, cuma aku nggak nyangka kalau Kakak bisa begitu santun menyikapi permintaan adeknya. Karena biasanya Kakak selalu menolak ketika aku meminta tolong melakukan hal yang sama ketika aku sedang lelah atau sibuk mengerjakan hal yang lain. Dari nada suaranya aku bisa mendengar bahwa gadis kecilku sudah mulai bisa ngemong adeknya dan lebih bisa mengontrol emosinya. Si adek juga seperti terbawa dengan pembawaan tenang kakaknya, jadi dia tampak tidak gugup ketika harus pergi sendiri ke kamar mandi.

Wow, apalagi yang mau aku minta pada Allah. Allah sudah memberi begitu banyak kenikmatan padaku. Malam ini juga aku hanya ingin bersyukur pada Allah atas segala nikmat yang telah Dia beri. Terima kasih, ya Rab. I love You, You're the best!

Comments

Popular posts from this blog

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...