Skip to main content

Jadi Ibu Itu Makan Ati


Jadi ibu itu makan ati terus yach? Rasanya nyeseeeel aja. I feel like I'm not good enough. Padahal setiap detik dalam hidupku yang kuinginkan adalah membuat anak-anak bahagia. Mendidik mereka menjadi anak-anak yang cerdas, santun, disiplin. It's tough, you know. Really tough. Kadang aku sendiri aja ngerasa kejam. Tapi sebenernya aku nggak segalak itu sih, aku hanya berusaha untuk tegas aja. Apalagi kalo abis marahin salah satu dari mereka. Wuuuuuuh, nyesel banget deh rasanya. Kayak sekarang ini. Padahal kayaknya aku tadi nggak marah-marah banget deh, cuma naikin nada suara dikit aja. Tapi berhubung yang dimarahin lagi ngantuk berat, jadi sensi. Akunya juga ngga nyadar, terus terang aku juga lagi capek dan ngantuk jadinya miss komunikasi deh.

Repot, padahal cuma gitu doang. Nyeselnya ngga hilang-hilang juga. Anaknya juga sebelum tidur udah mau memaafkan ibunya, udah peluk-pelukan, cium-ciuman segala, tapi nggak pergi-pergi juga nih si menyesal.

Ya Allah, maafkan aku ya. Beneran deh aku ngga sengaja. Engkau tahu sendirilah, ya Allah. Aku lagi ngantuk berat, pegel. Please, tell them that I love them in their dreams and I miss them already.

Thank You. I love You...

Comments

Popular posts from this blog

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...