Skip to main content

Grateful

Beberapa hari yang lalu, oom Ir, begitu aku biasa memanggil kakak tertua dari ibuku, meninggal dunia. Karena tinggal di Jakarta, aku tidak dapat ikut berta'ziah ke rumah duka yang terletak di daerah Kamal, Madura. Tapi syukurlah keluarga besarku rata-rata bertempat tinggal di daerah Surabaya dan sekitarnya.

Sebenarnya aku tidak terlalu dekat dengan beliau, bahkan mungkin aku juga tidak mempunyai hubungan yang terlalu dekat dengan keluarga besarku yang lain. It's kinda sad, but I also feel grateful to have piece of them in my life. They mean so much to me but we're a big family. Can't be personally know about each and everyone of them, right? :D ngeles


Sebenarnya sedih juga sih karena kami sekeluarga tinggal di Jakarta sendiri, hanya ada satu atau dua keluarga dekat saja yang juga tinggal disekitaran Jakarta. Itupun tentunya kami tidak bisa sering-sering saling mengunjungi karena masalah kesibukan, jarak dan waktu. Yah, bagi kalian yang tinggal di Jakarta pasti tahu bagaimana sibuknya hidup di ibukota dan kita harus menginfestasikan banyak waktu di jalan jika ingin pergi kemana-mana.

But once again, I'm so grateful. Hidup di Jakarta ini mengajarkanku banyak hal. Kemandirian, pengorbanan, persahabatan, the real marriage, dan terutama bahwa aku masih jauh lebih beruntung dibandingkan banyak orang diluar sana. Hidup memang kadang tidak adil tapi tidak ada waktu untuk bersedih, harus tetap optimis dan bekerja keras.

Be your best self ;)

Comments

Popular posts from this blog

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...