Skip to main content

Belajar Naik Motor

Kemarin kakak dan adek mengikuti acara Yamaha Safety Riding Science di Mall Artha Gading, seru yah? Sebenarnya ibu tidak pernah berpikir bahwa kalian akan mengendarai motor beneran. Ibu pikir kalian hanya akan belajar mengenai Safety Riding, tanpa praktek. Eh ternyata ibu salah, kalian benar-benar belajar bagaimana menggunakan sepeda motor walaupun dengan ukuran yang kecil.

Terus terang ibu agak khawatir, takut, bisa nggak ya anak-anak naik
sepeda motor? Ibu menduga kakak akan lebih dulu bisa karena kakak kan orangnya lebih cuek dan nothing to loose. Eh, ternyata justru adek yang cool itu lebih dulu bisa. Kata Ayah sih mungkin karena tipe sepeda motor kakak memang lebih sulit digunakan dibanding dengan yang adek gunakan. Entahlah, ibu nggak ngerti deh masalah motor.

However, I am proud of you kakak dan adek, karena kerja keras dan sifat pantang menyerah kalian. Semoga jiwa berani itu terbawa hingga kelak kalian dewasa untuk menghadapi segala macam tantangan dan cobaan hidup ini. Way to go, guys ;)

Weits, foto kalian ada di majalah elektronik tuh, hehehe... Pantes kemarin banyak yang foto-foto disekitar adek, padahal biasanya cuma ibu ya yang menjadikan kalian sebagai objek foto ya, hihihi...

http://oto.detik.com/read/2013/04/07/184912/2213640/1208/belajar-safety-riding-sejak-dini-itu-penting?o991101638

http://autos.okezone.com/read/2013/04/08/199/787802/yamaha-bekali-anak-anak-edukasi-safety-riding

http://www.merdeka.com/otomotif/yamaha-ajari-anak-anak-safety-riding-di-mall.html

Comments

Popular posts from this blog

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...