Skip to main content

Happy Birthday To Me

Yesterday was my birthday.

Rasanya? Biasa saja, tidak ada yang istimewa. Suamiku bahkan baru ingat setelah sampai di kantor. Alhamdulillaah, daripada tidak ingat sama sekali, hehehe...

Anak-anak? Mereka bangun kesiangan, karena semalam mereka begadang sampai pagi. Lalu seperti biasa mereka mandi, sarapan, lalu berangkat les, pulang les Kakak lanjut mengerjakan ulangan.

Tetapi saat menjelang maghrib, setelah mandi sore, tiba-tiba mereka menyuruhku untuk menunggu di kamar saja. Selang 15 menit kemudian, mereka masuk kedalam kamar sambil menyanyikan lagu Happy Birthday, sambil membawa sebuah piring yang berisi telur dadar mini buatan mereka sendiri, yang tengahnya diberi lilin yang biasa kami gunakan saat mati lampu.

Lucu juga, so creative. I felt so touch. Aku dapat merasakan cinta mereka yang begitu tulus dan murni kepadaku. Setelah kami meniup lilinnya bersama-sama. Kami pun menyantap telur dadar mini buatan mereka. Bahagianya luar biasa. Tak ada kata yang mampu aku lukiskan, selain rasa syukur kepada Allah.

Cara mereka yang sederhana dalam mencintaiku, justru seakan membangunkanku lagi dari tidur-tidur pendekku, dari kelelahan yang sering aku keluhkan, dari rasa tidak percaya diri yang sering membelenggu.

Hey, aku ada. Hey, kehadiranku dibutuhkan. Hey, aku dicintai.

Aaaah, nikmatnya...

posted from Bloggeroid

Comments

Popular posts from this blog

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...