Skip to main content

Harta Paling Berharga

Anak-anak adalah harta paling berharga dalam hidupku. Mereka adalah my best supporter ever.

Sejak pulang dari dokter gigi beberapa hari yang lalu, gusi ini rasanya cenat cenut dan kepala rasanya mau pecah. Alhasil aku jadi lebih banyak berbaring, sambil sesekali mencicil beberapa pekerjaan jika kepala mulai bisa sedikit diajak kompromi.

Walaupun sebenarnya risih karena rumah jadi berantakan, tetapi sekaligus juga bersyukur karena aku jadi bisa melihat kesetiaan anak-anak. Ketika melihat aku belum juga makan sedari pagi, Kakak membuatkanku dua tangkup roti tawar isi keju yang kemudian dipanggangnya di sebuah wajan kecil yang setelah matang lalu dihiasi susu kental manis diatasnya. Adek tidak mau kalah, dengan gaya khasnya membuatkanku segelas teh hangat manis ssebagai teman minum obat. MasyaAllah, rasanya seperti berada di surga dunia.

Kakak yang sudah pintar menanak nasi juga menggorengkan ayam goreng tepung untuk kami makan bersama-sama. Memang sederhana, tetapi sungguh istimewa perhatiannya.

Alhamdulillaah, kusyukuri saja rasa sakit ini. Mungkin Allah rindu untuk aku memanggil nama-Nya disetiap helaan nafasku. Mungkin Allah cemburu, aku menduakan-Nya disela-sela kesibukan duniawiku.

Ampuni aku, Tuhanku. Aku sering melupakan-Mu.
Ampuni aku, Tuhanku...

posted from Bloggeroid

Comments

Popular posts from this blog

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...