Skip to main content

Isengnya Adek

"Ih, Kakak sebel deh. Adek isengin Kakak mulu." Muka Kakak ditekuk-tekuk.

"Kenapa lagi siiih?" Tanyaku kalem.

"Adek tuh gangguin Kakak teruuus." Mimiknya masih seperti kertas kusut.

"Adeeek..." Belum selesai aku berbicara.

"Iya deeeh, Adek minta maaaaf." Dengan santai Adek mendatangi kakaknya sambil mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan.

Ketika mereka berjabatan tangan, "Selamat Anda mendapatkan hadiah satu juta rupiah, bla bla bla..."

Bwahahahaha... Heran dari mana anak ini dapat ide iseng seperti itu ya, hahaha...

"Tuuuhkan ibuuu, Adek iseeeng," walaupun ikutan tertawa tapi rupanya Kakak masih kesel.

"Adek kalau minta maaf yang sungguh-sungguh dong, nak."

"Iya deeeh..." Lagi-lagi dia berjalan ke arah Kakak sambil mengulurkan tangan kanannya. Dan ketika mereka kembali berjabat tangan. "Selamat, Kakak mendapatkan hadiah permintaan maaf dari Adek soalnya udah ngisengin Kakak tadi."

Bwahahaha... Masih iseng aja *X_X*

posted from Bloggeroid

Comments

Popular posts from this blog

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...