Skip to main content

Surga Dibawah Telapak Kaki Ibu

"Ibu, adek pernah lihat ada anak yang meminum air cucian kaki ibunya. Nggak kotor tuh..."

"Kalau ibunya habis main lumpur, dari sawah misalnya, ya kotor dek," jelasku pada Adek sambil sedikit bercanda. "Emang adek lihat dimana?"

"Di TV."

"Adek tahu kan betapa tingginya kedudukan seorang ibu, sampai disebutkan bahwa surga dibawah telapak kaki ibu."

"Tahu," jawabnya singkat.

"Yah itu seperti ungkapan tanda bakti anak kepada ibunya, biasanya itu dilakukan seorang anak saat memohon maaf kepada ibunya, atau memohon restu jika ingin melakukan sesuatu, seringnya sih saat mau nikah. Bahkan mungkin disebagian daerah itu jadi tradisi."

"Ooh gitu..."

Lalu adek tiba-tiba meletakkan kedua kakiku diatas dadanya, lalu mencium-cium kakiku.

"Ngapain dek?" Tanyaku.

"Nggak pa-pa, kaki ibu wangi."

Ya iyalah dek, kan adek tahu sebelum tidur ibu selalu pakai body lotion. Hadeeeh, ada-ada aja 😙

Comments

Popular posts from this blog

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...