Skip to main content

Sholat Jum'at Sendiri

Ibu merasa bangga dan terharu, karena hari ini untuk pertama kalinya Adek berangkat sholat Jum'at sendiri. I wish I took picture of you. Pakai acara semangat 45 lagi sholatnya, mandi dulu, pakai gamis putih yang rapi dan wangi, pakai peci, terus minta uang untuk infaq di masjid. Masya Allah.

Sudah sebulan ibu, kakak dan adek berada di rumah Uti. Sejak itulah Adek jadi rajin sholat Jum'at bersama oom Fariz dan si kecil Baim. Tetapi karena sejak dua minggu kemarin oom Fariz sedang bertugas keluar kota, jadi oom Fariz tidak datang bersilaturahim ke rumah Uti seperti yang biasa setiap Jum'at dia lakukan. Ibu tidak menyangka saja setiap Jum'at Adek jadi bersemangat untuk melaksanakan sholat Jum'at. Awalnya tentu saja ibu takut melepas Adek sholat Jum'at sendiri karena tidak ada yang mendampingi, akhirnya minggu lalu ibu yang mengantar dan menunggu Adek hingga selesai sholat Jum'at di halaman masjid. Untuk hari ini Adek benar-benar ingin berangkat sholat Jum'at sendiri, tidak mau diantar, apalagi di tungguin. Inilah saatnya ibu belajar melepaskan Adek untuk belajar mandiri, sholat berjamaah sendiri, toh letak masjidnya tidak seberapa jauh dari rumah. Lebay banget nggak sih? Haha...

Karena penasaran ibu lalu bertanya kepada Adek.

"Adek, kenapa semangat sekali kalau mau sholat Jum'at?"

"Iya, soalnya sholat Jum'at cuma 2 rokaat dan Adek nggak perlu sholat Dhuhur lagi, enak, nggak lama..."

Hah, ya Allaaah ini anak #tepokjidatsendiri.

posted from Bloggeroid

Comments

Popular posts from this blog

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...