Skip to main content

Menuruti Hawa Nafsu

"Hari ini kayaknya ibu pengen makan aja," kataku memulai pembicaraan dengan Kakak yang sedang memasak mie rebus.

"Jangan suka menuruti hawa nafsu, ibu!"

"Iya nih kayaknya ibu mau halangan*." Aku melanjutkan menggoreng telor ceplok setengah matang disampingnya. "Ibu kalau mau halangan rasanya pengen makan terus."

"Kakak aja kalau udah malem pengen makan, kakak tahan. Biar nggak kalah sama hawa nafsu."

Polos banget ini anak, so pure... I love you, nak!

"Ya Allah, maafkan aku ya, kali ini aku mau menuruti hawa nafsu dulu!" Aku angkat tanganku, seraya berdoa kepada Tuhanku.

"Hahaha, ibu bisa aja...!" Kakak tertawa keras.

Malam harinya...

"Si Mikey ini ngikutin terus nih...!" Ngomong sama kucing. :-|

"Laper kali, bu?" Kakak nyamber.

"Masa laper lagi, perasaan barusan makan. Makan mulu nih Mikey!"

"Mungkin dia mau halangan," jawabnya santai.

Hadeeew, masa kucing halangan, lagian Mikey kan kucing jantan. Nyindir ya... ^_^



*Halangan = Menstruasi

posted from Bloggeroid

Comments

Popular posts from this blog

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...