Skip to main content

Midnight

Hello, kiddos! It's almost midnight, but you're struggling to sleep. Maklum kita bertiga ini manusia malam, sudah berusaha atur jadwal untuk tidur lebih sore, sekitar jam 9, jam 10, tetap saja mata ini susah untuk dipejamkan. Jadinya malah kita asyik sendiri baca buku, ngobrol atau main quiz 94 bertiga, hehe...

Alhamdulillah ya nak... Bersyukur. Allah Maha Baik. Semua kebutuhan kita dipenuhi-Nya tanpa kurang suatu apapun. Walaupun kita harus menunda banyak hal, walaupun kita harus lebih banyak bersabar, walaupun kita kemana-mana bertiga jalan kaki saja, tetapi rasanya nikmat saja kan? Kita menikmati setiap langkah dalam hidup kita.

Yah, tidak ada pilihan lain selain harus kuat, mau bagaimana lagi. Nah supaya anak-anak kuat kakinya, setiap hari ibu membiasakan anak-anak untuk berjalan kaki mengelilingi perumahan tempat tinggal kita. Walaupun berjalan kaki di pagi hari selepas sholat subuh kita bisa merasakan udara yang lebih bersih dan segar, tetapi kebiasaan itu hanya bertahan dua bulan saja. Habis gimana ya, we love to become invisible, kita kembali pada rutinitas olahraga setelah sholat Isya' saja.  Salah satu tujuannya sih sih supaya setelah berolahraga tubuh kita jadi lelah, tidurnya jadi tidak terlalu malam. Eh, ternyata trik itu nggak berhasil juga membuat kita tidur lebih cepat daripada biasanya. Yah sudahlah, dinikmati saja.

Love ya #xoxo

Comments

Popular posts from this blog

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...