Skip to main content

Game & Allah

Mungkin ini agak aneh kedengerannya, tapi bahkan ngegame pun Adek selalu ingat Allah. Setiap kali mau ngegame pasti baca doa dulu, apalagi kalau mau main online games. Kalau kondisi permainan lagi genting, malah teriaknya lebih kenceng.

Seperti tadi saat berusaha untuk mengunduh sebuah permainan di PC rumah belakang yang jaringannya lumayan lemot, sambil memeluk guling, dan terus menatap komputer, Adek terus saja komat-kamit sendiri.

"Bismillah, ya Allah please tolong bisa di download sampai selesai."

"Ya Allah, ya Robbii, ya Allah, ya Robbii..."

"Ya Allah...!" sambil setengah berteriak melihat grafik jaringan turun ke bawah.

"Ya Allah, kurang setengah!"

"Ya Allah, ya Allah, ya Allah, ...." Diucapkannya itu terus hingga permainan terinstall dengan sempurna.

Siapa bilang ngegame tidak bisa mendekatkan kita kepada Allah? Adek bisa, apalagi pas ada maunya ya dek? Haha... Pis ah #peacesign

posted from Bloggeroid

Comments

Popular posts from this blog

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...