Skip to main content

Teleportasi

Malam tadi sepulang dari 'nongkrong' di Jungkir Balik. In case kalian tidak ingat jika kalian sudah besar nanti, Jungkir Balik adalah tempat nongkrong baru favorit kita karena minumannya yang enak, Milo Dinosaurus, Vanila Oreo dan Vanilla Latte tentu saja, hehe... Suasana terbuka, enak kalau kita mau sambil ngobrol-ngobrol atau sekedar baca buku sambil cari suasana.

"Ibu tadi bilang kita pulangnya naik becak?" Adek merajuk.

"Kan ibu bilang kalau kita pulangnya kemalaman." Jawab ibu. "Kan sekarang masih jam 8 (malam), jalanan aja masih rame."

"Iya dek, biasanya juga kita jalan." Sahut Kakak.

"Kakak tahu nggak berapa jarak Jungkir Balik ke rumah?"

"Kakak pernah lihat di (google) map, dari sini ke McD (Jungkir Balik berseberangan dengan McD) aja sekitar satu kiloan, berarti ya kurang lebih segitulah."

"Tuh kan jauh, adek lagi males jalan!" Kali ini muka Adek manyun. "Andai aja adek bisa teleportasi, adek ambil sepeda adek terus adek pulang deh naik sepeda."

"Hahahaha..." Kakak tertawa terbahak-bahak.

"Kenapa, kak?" Ibu heran.

"Habis Adek lucu, kalau bisa teleportasi ya langsung pulang aja. Ngapain teleportasi cuma mau ambil sepeda, terus pulang lagi naik sepeda. Hahaha..."

Ibu yang tadinya nggak ngeh, jadi ikut tertawa juga. Adek tambah manyun, hihihi

Comments

Popular posts from this blog

Berumah tangga = Berjuang

Hampir 7 tahun usia pernikahanku dan suamiku, serta sebelumnya sempat dua setengah tahun pacaran, rupanya tidak membuatku benar-benar mengenalnya dengan baik. Justru banyak hal baru yang terkadang cukup mengejutkan aku temui pada dirinya. Sejak menikah hingga beberapa waktu lalu, suamiku seringkali bertanya mengapa aku mencintainya. Dan sungguh, aku enggak tahu kenapa. Aku hanya mencintainya tanpa pernah tahu apa sebabnya. Kalau aku jawab karena dia ganteng, aku boong dong. Kalau karena kegantengan doang, dulu banyak juga cowok-cowok yang lebih ganteng yang naksir sama aku lho (narsis banget ya, hihihi). Lalu kalau aku jawab karena dia kaya, enggak mungkin. Semua orang juga tahu bagaimana awal kehidupan rumah tangga kami hingga saat ini. Dan kalau aku bilang karena dia baik, sesekali aku merasa dia tidak terlalu baik juga padaku, hehe... (I love you, peace!) Tapi sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah menakdirkan aku mencintainya. Karena dengan mencintai dan menikahinya aku mend...

Less Money BIG Happy

Membahagiakan anak-anak adalah mutlak adanya. Sebagai orang tua tentu saja aku ingin memberikan semua hal terbaik untuk kedua anakku. Awalnya tampak berat karena kebahagiaan selalu saja identik dengan uang. Padahal sebagai ibu rumah tangga, aku harus pandai-pandai mengatur keuangan setiap bulannya agar tidak besar pasak dari pada tiang. Ternyata setelah dijalani, tidak sesukar yang dibayangkan. Alhamdulillah, aku bersyukur karena anak-anak adalah makhluk yang paling mudah untuk dibahagiakan. Yuk, kita intip lagi bagaimana anak-anakku menjalankan tugasnya (belajar, bermain, bersenang-senang & bahagia).

I Am Electric

Dua hari yang lalu, adik mendatangiku yang sedang nongkrong di depan PC. "Ibu, adek downlotin lagu Heaven's Basement ya? I Am Electric," "Hah? Lagu apaan itu, dek?" Aku benar-benar tidak tahu lagu apa itu :D Adek pergi begitu saja, tapi tak seberapa lama kemudian dia kembali sambil menyerahkan sebuah note kecil hasil tulisan tangannya yang berisi judul lagu dan nama band yang dia request untuk dicarikan lagunya di internet. "Ini lagu dari NFS (Need For Speed), adek sukaaaa, enak lagunya. Ibu cariin ya..." Katanya tetap dengan ekspresi biasanya yang datar itu. "Oke-oke, nanti ibu carikan." Kataku menyetujui. Karena kebetulan memang sedang berselancar di internet, aku langsung googling saja request dari adek tadi. Pertama yang aku temui adalah official videonya di You Tube http://www.youtube.com/watch?v=XjRaKId4Rps , terus terang aku tidak ingin ceroboh dengan membiarkan anak-anak mendengar atau melihat sesuatu yang dapat mempenga...