Skip to main content

Posts

Ket

"Ibu, ket itu apa?" Tanya Adek menjelang tidur tadi. "Apa Cat? Kucing! Masa nggak tahu?" Aku agak heran. "Bukan ibu, tadi teman Adek bilang, ketmau. Apa itu artinya?" "Ooh, itu... Ketmau itu dari tadi. Ket wingi, dari kemarin. Ket mbiyen, dari dulu. Yah gitu deh..." "Berarti ket sendiri artinya dari dong?" "Hmmm, nggak juga sih. Gimana ya? Ibu bingung jelasin nya." Harap maklum pemirsa, bahasa Jawa saya kurang bagus juga. "Berarti kalau dari Surabaya itu ket Surabaya ya?" "Lah, nggak gitu juga dek. Hahahaha...!"

Adek Sayang Ibu

"Ibu, ibu cantik deh...!" Adek tersenyum manja, ketika aku baru masuk kamar. "Makasih, dek...!" Aku balas senyumannya. "Adek sayang ibu, sayang ibu, sayang ibu, sayang ibu, sayang kakak, sayang kakak, sayang ayah." Lanjutnya. Lalu aku peluk lelaki penggemar terbesarku itu. "Bener deh ibu, adek sayaaaaaang banget sama ibu sampai adek nangis," dia memperlihatkan ujung mata kirinya yang berair. "Ibu juga sayang adek, nak...!" Dia membalas pelukanku erat. Sejenak kemudian... "Ya udah ibu, adek mau ngegame lagi ya..." Ngeloyor aja dia pergi ke arah ayahnya yang sedang berada di depan PC. Hehe, I love you son just the way you are #xoxo. posted from Bloggeroid

Mainstream

"Gimana kak tadi Kumonnya*?" "Oke aja." "Gurunya gimana?" "Enak aja." "Temannya?" "Tadi sih sampai kakak pulang, masih sepi. Tapi ada satu orang, namanya mainstream deh ibu, mukanya juga." 😲 Efek pindah rumah dan pindah les Kumon di tempat yang baru. posted from Bloggeroid

Sholat Jum'at Sendiri

Ibu merasa bangga dan terharu, karena hari ini untuk pertama kalinya Adek berangkat sholat Jum'at sendiri. I wish I took picture of you. Pakai acara semangat 45 lagi sholatnya, mandi dulu, pakai gamis putih yang rapi dan wangi, pakai peci, terus minta uang untuk infaq di masjid. Masya Allah. Sudah sebulan ibu, kakak dan adek berada di rumah Uti. Sejak itulah Adek jadi rajin sholat Jum'at bersama oom Fariz dan si kecil Baim. Tetapi karena sejak dua minggu kemarin oom Fariz sedang bertugas keluar kota, jadi oom Fariz tidak datang bersilaturahim ke rumah Uti seperti yang biasa setiap Jum'at dia lakukan. Ibu tidak menyangka saja setiap Jum'at Adek jadi bersemangat untuk melaksanakan sholat Jum'at. Awalnya tentu saja ibu takut melepas Adek sholat Jum'at sendiri karena tidak ada yang mendampingi, akhirnya minggu lalu ibu yang mengantar dan menunggu Adek hingga selesai sholat Jum'at di halaman masjid. Untuk hari ini Adek benar-benar ingin berangkat sholat Jum...

Surga Dibawah Telapak Kaki Ibu

"Ibu, adek pernah lihat ada anak yang meminum air cucian kaki ibunya. Nggak kotor tuh..." "Kalau ibunya habis main lumpur, dari sawah misalnya, ya kotor dek," jelasku pada Adek sambil sedikit bercanda. "Emang adek lihat dimana?" "Di TV." "Adek tahu kan betapa tingginya kedudukan seorang ibu, sampai disebutkan bahwa surga dibawah telapak kaki ibu." "Tahu," jawabnya singkat. "Yah itu seperti ungkapan tanda bakti anak kepada ibunya, biasanya itu dilakukan seorang anak saat memohon maaf kepada ibunya, atau memohon restu jika ingin melakukan sesuatu, seringnya sih saat mau nikah. Bahkan mungkin disebagian daerah itu jadi tradisi." "Ooh gitu..." Lalu adek tiba-tiba meletakkan kedua kakiku diatas dadanya, lalu mencium-cium kakiku. "Ngapain dek?" Tanyaku. "Nggak pa-pa, kaki ibu wangi." Ya iyalah dek, kan adek tahu sebelum tidur ibu selalu pakai body lotion. Hadeeeh, ada-ada a...

Ikuuut

Hari ini aku rasanya full of anger. Aku teringat ada orang yang begitu mengecilkan dan menghina orang tuaku, aduh rasanya sakit sekali. Sakitnya nggak habis-habis. Mungkin ini ya rasanya orang yang sulit memaafkan dan melupakan kesalahan orang lain. Kalau aku yang disakiti sih, paling ya sudahlah, I'm not perfect though. Tapi kalau ortu yang disakiti, asli nggak terima. Apalagi yang nyakitin anak bau kencur, orang nggak tahu diri yang dulu ketika dia tidak punya orang tuaku lah yang dengan tulus menyayanginya, bahkan hingga sekarang. Perasaan itulah yang membuatku hari ini nggak bisa fokus, dan memikirkan hal itu saja. Membuatku juga sangat merindukan ayah dan ibuku. Jadi ingat mati. Loh, nggak nyambung ya, hehe... "Kakak, kalau ibu meninggal nanti kakak mau tinggal dimana?" Tanyaku iseng. "Kakak mau ikut!" "Ikut kemana?" Aku tidak mengharapkan jawaban itu keluar dari mulutnya. "Ikut ibu dooong..." "Ikut mati gitu?" ...