Skip to main content

Posts

Adegan Ciuman

Entah tadi sedang nonton apa, tapi yang jelas ada sekilas adegan ciuman. Adek langsung berteriak dan mengalihkan pandangannya pada kakak. "Lho, bu! Emang kakak sekarang sudah boleh nonton adegan ciuman ya? Kok kakak nggak nutup mata (waktu ada adegan ciuman)?" Hahaha, ibu dan kakak langsung tertawa. So cute! Walaupun badannya sudah lebih tinggi dari ibu, adek ternyata masih kecil ya... posted from Bloggeroid

Happy Birthday, Baby Girl!

It's been a week since your 16th birthday, unfortunately ibu lagi bokek ya waktu itu. So I only gave you an ice cream cone for your birthday gift, haha... Walaupun kakak bilang, "It doesn't matter!" Dan kita suka bilang, "A birthday is just another day." Yah nggak papalah buat seru-seruan aja. Lagipula ibu sudah bahagia melihat kakak ceria, bisa menikmati dan mensyukuri nikmat dari Allah dari hal-hal kecil dan sederhana. Even your wish has come true that day. Mungkin kakak kalau membaca ini suatu hari nanti akan ingat kembali, bahwa hari itu kakak berharap bisa naik angkot sendiri dan tidak ada satu orang pun di sekolah yang tahu bahwa hari itu kakak sedang berulang tahun. And it happened. Sepulang wawancara bersama mbak Chiqa di Royal Plaza, kakak kembali ke sekolah dengan menggunakan angkot. Sepertinya hari itu kakak berusaha benar untuk mewujudkan keinginan kakak untuk naik angkot. Hmmm, walaupun kedengerannya agak aneh, tapi mungkin kakak kangen ya nai...

Mentally Ill

Pada suatu malam, disaat ibu sudah ngantuk tapi belum bisa tidur. Kakak : "Kakak rasa banyak orang sekarang yang mentally ill!" Me : "What makes you think so?" Kakak : "LGBT, transgender, non-binary." Me : "Apa itu? Non-binary?" Kakak : "Kakak pernah baca dimana gitu, terus kakak cari di YouTube karena penasaran. Itu orang-orang yang tidak percaya pada gender, etc etc... (panjang cerita, bagi yang belum tahu, googling aje ye...) Me : "Ow, ibu baru tahu ada orang yang punya pandangan seperti itu." Kakak : "I think the world is going crazy!" Sudah nak, dunia sudah gila dari dulu... It's just getting worse. posted from Bloggeroid

Bahasa Kalbu

Sudah berbulan-bulan, ketika musim hujan tak kunjung datang. Setiap maghrib menjelang nyamuk-nyamuk berdatangan. Tidurpun tak tenang, karena serangan nyamuk penghisap darah orang. Disuatu malam, didepan sebuah kamar. "Dek...!" "Ya, bu...!" "Nggak... (_belum lagi selesai bicara_ disemprot dulu kamarnya)?" "Nggak...!" "Nggak (gatel)?" "Nggak...!" "Ok!" Demikian dan terima kasih :) posted from Bloggeroid

Ujian

Adek: Kenapa adek mesti ujian? Kakak: Biar dapet nilai. A : Nilai buat apa? K : Biar bisa dapet ijazah. A : Ijazah buat apa? K : Biar bisa kerja. A : Emang gamers harus pakai ijazah? K : Enggak juga sih... A : Terus kenapa adek mesti ikut ujian? K : Iiihhsshh.... posted from Bloggeroid

Raport

"Kenapa Adek butuh nilai?" "Untuk raport." "Supaya?" "Bisa ikut ujian." "Supaya?" "Dapet ijazah." "Supaya?" "Dapet kerja, mungkin..." "Kan Adek mau jadi gamers, emang butuh ijazah?" "Nggak juga sih..." "Lagian siapa yg mau kerja boring kayak ayah gitu." "Tanggung jawab, nak untuk keluarga." "Ooo, oke!" (+_+) posted from Bloggeroid

Tidak Seindah Postingan di Instagram

I couldn't sleep, iseng-iseng buka Instagram. Lalu ibu tiba-tiba merasa berdosa dan sedih, I wish I could give you a better life. Ibu berharap bisa jadi jalan untuk memberi kesempatan yang banyak bagi kalian untuk belajar apapun yang kalian ingin pelajari. Selama ini kita harus menunda, bersabar, berusaha memaksimalkan apapun yang kita punya untuk tetap terus belajar. Tetapi ibu sangat bersyukur karena kalian anak-anak yang kuat. What can I say, hang on a little bit, stay strong coz I think our life is going to be more interesting. Love you

Masuk Surga

"Ibu, mulai sekarang Adek mau rajin!" "Oh ya? Kenapa?" "Kata pak Ustad pas sholat Jum'at tadi, kalau Adek rajin ibadahnya nanti ibu bisa masuk surga. Adek mau ibu masuk surga." "Aamiin."

We'll Be There

Halo, Kakak dan Adek! Apa kabar? Semakin bertambah saja rasa bersalah ibu pada Kakak dan Adek, ibu merasa berdosa karena ibu merasa belum mampu untuk memberi yang terbaik buat Kakak dan Adek. Lately I feel so powerless and exhausted at the same time. Itulah mengapa ibu tidak in the mood untuk melakukan apapun, males baca buku, males nulis, males motret, kerjaannya cuma baca-baca status orang di Facebook, retweet sana sini, nonton drama Korea, sama ngurusin tanaman saja biar hidup ibu tidak kelihatan terlalu useless. Hehe... I'm sorry, I'm just human. I'll make it up to you. I promise. Just wait a little longer. And thank you for always be by my side. Terima kasih juga sudah menjadi kritikus yang paling keras buat ibu. We'll be there, insyaallah... Love you

Teleportasi

Malam tadi sepulang dari 'nongkrong' di Jungkir Balik. In case kalian tidak ingat jika kalian sudah besar nanti, Jungkir Balik adalah tempat nongkrong baru favorit kita karena minumannya yang enak, Milo Dinosaurus, Vanila Oreo dan Vanilla Latte tentu saja, hehe... Suasana terbuka, enak kalau kita mau sambil ngobrol-ngobrol atau sekedar baca buku sambil cari suasana. "Ibu tadi bilang kita pulangnya naik becak?" Adek merajuk. "Kan ibu bilang kalau kita pulangnya kemalaman." Jawab ibu. "Kan sekarang masih jam 8 (malam), jalanan aja masih rame." "Iya dek, biasanya juga kita jalan." Sahut Kakak. "Kakak tahu nggak berapa jarak Jungkir Balik ke rumah?" "Kakak pernah lihat di (google) map, dari sini ke McD (Jungkir Balik berseberangan dengan McD) aja sekitar satu kiloan, berarti ya kurang lebih segitulah." "Tuh kan jauh, adek lagi males jalan!" Kali ini muka Adek manyun. "Andai aja adek bisa teleport...

Slilit

Saat membaca buku, Slilit Sang Kiai. "Slilit itu apa sih, Ibu?" Tanya Kakak. Belum sempat jawab. "Bukannya lubang pantat?" Adek nyamber. Itu silit, deeek (+_+) posted from Bloggeroid

Berbakat

"Ibu pernah bilang latihan mengalahkan bakat kan?" Kata Adek barusan. "Hmm..." Gumamku. "Karena Adek belum tahu bakatnya apa, ya udah Adek latihan main game aja terus. Biar jago." :-\ posted from Bloggeroid

Anak Twitter

"Ibu, RT itu apa?" Tanya Adek suatu hari. "Rukun Tetangga, masa nggak tahu?" "Oooh, bukannya retweet?" Gubrak, nyindir ini anak. Tahu aja emaknya suka main Twitter. ¯\_(ツ)_/¯

Goob Bye, Mikey

Semalam (22 Desember 2016) bisa dibilang kita mengalami peristiwa yang baru dalam hidup kita, cukup mengejutkan, menegangkan, menyedihkan, tapi disisi lain juga melegakan. Mikey yang sudah hampir dua tahun tinggal bersama kita, sejak dia kecil, akhirnya pergi meninggalkan kita semua. Kalian masih ingat nggak ya kira-kira jika kalian membaca blog ibu ini suatu hari nanti. Pagi-pagi selepas subuh dengan mata yang masih pada bengkak, kita bertiga bekerja sama membuat lubang yang seukuran dengan badan Mikey dibawah pohon dibelakang rumah. Lalu ibu meletakkan badan Mikey yang sudah kaku itu dan menguburkannya disana. Lalu kita membaca doa, semoga Allah memaafkan apabila kita sudah lalai dalam merawat Mikey. Kalau Mikey mah nggak perlu didoain yah, karena insyaAllah dia sudah ada surganya sendiri. Mikey mungkin hanyalah seekor kucing, tapi he's not just a cat for us, he's been our family. Dia tidur di kasur sama-sama kita, main-main, ibu suka ngambilin koreng bekas dia berantem ...

Ibu Yang Cerewet

Seperti biasa, setiap anak-anak mau berangkat les ibu pasti cerewetnya nggak ketulungan. Dan anak-anak sepertinya sudah memahami sifat ibu yang satu itu. "Nanti hati-hati dijalan ya...!" "Kalau ada orang yang macem-macem, teriak aja!" "Kalau nyebrang nunggu sepi jalannya, lihat kiri kanan!" "Udah baca doa? Ayat kursi?" "Dek, pakai topi, panas!" "Kak, pakai kacamata, biar nggak silau!" "Hapenya udah di charge ?" "Jangan lupa kasih kabar kalau udah nyampe!" Dan masih banyak lagi yang lainnya... (kayak lagunya bang Haji) Kadang ibu geli kalau ingat-ingat kecerewetan ibu sendiri. Pasti kalian kupingnya udah pada semriwing aja ya? Setiap pergi les yang jaraknya mungkin hanya sekitar kurang lebih satu kilo dari rumah kita aja, ibu cerewetnya udah kayak kereta api. Dan kalian hanya bisa menjawab, "Iya, ibu...!", "Udah tahu, ibu...!", hahaha...Paling kalau pulang dari les, kalian aka...

Jomblo

Saat melihat sebuah acara musik di sebuah stasiun TV dalam negeri. Tiba-tiba Adek berbicara dengan lantang disampingku, "Ibu, itu orang-orang kenapa bingung ya?" "Hmm...!" Awalnya aku tidak terlalu memperhatikan karena lagi asyik ngeblog. "Itu tuh orang-orang kenapa bingung baru jomblo dua tahun, lima tahun aja bingung. Adek aja jomblo sepuluh tahun, santai aja!" Hahaha, meledaklah tawaku dan Kakak. "Kenapa kok ketawa?" "Beda dek, bukan itu maksudnya...!" Kata Kakak. "Jomblo itu kan belum menikah? Adek kan belum menikah sejak Adek lahir!" Hahaha, aku sudah terlalu lelah hingga malas menjelaskan arti kata 'jomblo' buat Adek. Nanti juga Adek tahu sendiri, ya Dek? ;-) posted from Bloggeroid

Rumus

"Adek, ini gimana ⅓ kok jawabnya panjang amat?" Protesku pada Adek. "Loh, kan bener ibu. ⅓ itu (sama dengan) 0,3333333333!" "Iya, bener! Tapi kan ibu udah bilang kalau ada bilangan desimal ditulisnya maksimal 3 angka dibelakang koma aja, biar nggak kepanjangan!" "Tapi bener kan jawaban Adek? Malah seharusnya dikasih u dibelakangnya," kata Adek sambil menuliskan huruf 'u' dibelakang jawaban yang sudah ditulisnya tadi (menjadi 0,3333333333u). "Ibu tahu nggak, u itu apa?" "Nggak tahu?" "Unlimited!" Katanya sambil ngeloyor pergi. Ya Allooooh, ini anak suka bikin rumus sendiri deh :-| posted from Bloggeroid

Teori Sendiri

"Ibu, tahu enggak sebenarnya kita itu nggak terlalu butuh air?" Kata Adek barusan. "Ah, masa? Kok bisa?" "Iya, tubuh kita kan sudah punya banyak air. Bisa memproduksi air sendiri lagi." "Oh ya?" "Iya, air ludah itu kan berproduksi terus. Kita telan, nanti dia berproduksi lagi, jadi kan kita nggak butuh air lagi." "Ah, teori dari mana itu?" "Teori Adek sendiri." "Ooo...!" =-O posted from Bloggeroid

Berdoa

"Adek, kalau habis sholat berdoa dulu dong!" Kataku pada si bungsu. "Adek udah berdoa, ibu aja yang nggak tahu." "Oh, itu tadi berdoa. Cepet amat ya, hihihi..." Aku meringis. "Emang adek berdoanya gimana?" "Adek sayang ibu!" Lalu dia mengusap kedua telapak tangannya ke wajahnya. "Hah???!!!" "Iya, itu adek berdoanya setiap selesai sholat. Ya Allah, adek sayang ibu. Aamiin!" Katanya sambil memeluk dan mencium pipiku. Ya Allah, alhamdulillah... Terima kasih sudah Engkau amanahi dua orang anak yang sayang padaku. Maturnuwun sanget... posted from Bloggeroid