Skip to main content

Posts

Ulang Tahun Adek

Tepat sebulan yang lalu adek berulang tahun yang ke-4. Dan kali ini kami melakukan ritual yang sama seperti yang kami lakukan pada ulang tahun kakaknya ( you can read it at my previous post ). Supaya tidak ada yang saling iri. Reaksinya oke bangetlah dan untunglah kami sempat merekam reaksi keduanya. Lucu... Seperti anak-anak kecil yang lain, Adek juga beranggapan bahwa ulang tahun itu berarti kue tart, lilin dan kado. Sewaktu ayahnya berulang tahun pada tanggal 7 kemarin, aku, Kakak dan Adek hanya menyalakan lilin yang biasanya kami gunakan untuk mati lampu supaya ditiup oleh ayah mereka sepulang kerja, terus kami rame-rame makan bakso. Hehehe, lumayan deh buat seru-seruan. Tapi sesaat setelah lilin ditiup, "Ayah, kuenya mana?" Tanya Adek. "Nggak pake kue dong, sayang. Kan kita mau makan bakso," jawab Ayahnya. "Trus kadonya?" Tanyanya lagi. "Adek dong yang mestinya kasih kado ke ayah," jawab ayahnya lagi sambil tersenyum. "Kan ayah yang ula...

Happy Birthday, Salma

2 hari yang lalu adalah hari ulang tahun Salma, nggak terasa ternyata anak pertamaku udah berusia 7 tahun. Jadi berasa tuwir, hihihi... Kalau biasanya saat berulang tahun kami terkadang makan malam bersama keluarga di Sidoarjo atau sekedar membeli kue ulang tahun yang cantik untuk seru-seruan aja, tahun ini mungkin bisa dibilang istimewa karena inilah untuk pertama kalinya Salma merayakan hari ulang tahunnya di Jakarta. Seperti biasa juga, tidak ada perayaan apa-apa hanya kali ini aku, ayahnya dan adek sengaja membangunkan kakak dengan membawa kue tart mungil dan lilin yang biasanya kami gunakan pada saat mati lampu. Gokil ya? Hihihi... Walaupun sangat sederhana tapi tetap saja membuat Salma tersenyum lebar dan bahagia. Tidak ada kado istimewa untuknya karena Salma sendiri sudah teramat istimewa untuk kami, hanya ucapan selamat ulang tahun dan doa saja yang kami persembahkan. Secara tidak langsung kami juga ingin mengajarkan kepada anak-anak bahwa it's just a birthday dan jika kami...

Jadi Ibu Itu Makan Ati

Jadi ibu itu makan ati terus yach? Rasanya nyeseeeel aja. I feel like I'm not good enough. Padahal setiap detik dalam hidupku yang kuinginkan adalah membuat anak-anak bahagia. Mendidik mereka menjadi anak-anak yang cerdas, santun, disiplin. It's tough, you know. Really tough. Kadang aku sendiri aja ngerasa kejam. Tapi sebenernya aku nggak segalak itu sih, aku hanya berusaha untuk tegas aja. Apalagi kalo abis marahin salah satu dari mereka. Wuuuuuuh, nyesel banget deh rasanya. Kayak sekarang ini. Padahal kayaknya aku tadi nggak marah-marah banget deh, cuma naikin nada suara dikit aja. Tapi berhubung yang dimarahin lagi ngantuk berat, jadi sensi. Akunya juga ngga nyadar, terus terang aku juga lagi capek dan ngantuk jadinya miss komunikasi deh. Repot, padahal cuma gitu doang. Nyeselnya ngga hilang-hilang juga. Anaknya juga sebelum tidur udah mau memaafkan ibunya, udah peluk-pelukan, cium-ciuman segala, tapi nggak pergi-pergi juga nih si menyesal. Ya Allah, maafkan aku ya. Beneran ...

Fiuuuuh....

Hi, readers... I'm back! Pede banget kayak banyak aja yang ngebaca blogku, hehehe... Yang penting pede, itu modal pertama untuk melakukan apa ajakan. Aku ngga tahu udah berapa lama ngga ngeblog. Sejak pindah ke Jakarta sekitar 6 bulan yang lalu, aku hampir ngga punya waktu untuk diri sendiri. Kalaupun ada waktu, aku lebih memilih untuk tidur, liburan, jalan-jalan, happy-happylah... Fiuuuuh, jadi ibu rumah tangga itu ternyata berat banget lho. Asli deh... Dan hari ini mungkin menjadi puncaknya. I'm bored and I'm tired and that make me feel so angry. Kata-kata yang ngga bisa diucapkan sembarangan oleh seorang ibu karena bisa-bisa kamu dicap sebagai ibu yang ngga baik. Karena jadi ibu itu haram hukumnya buat ngeluh, capek apalagi bosen. But I just wanna be honest. It's been a hard months from me. Aku merasa butuh waktu untuk diriku sendiri, I need sleep, I need silence supaya aku bisa berpikir dengan lebih baik karena kalian pasti bisa membayangkan apabila punya dua anak k...

"Kaaak, Adek Mau Pipiiiis...!"

"Adek buka celananya ya, trus pipis. Nanti kalo udah, panggil kakak. Nanti kakak yang cebokin," jawab kakaknya tenang. "Iya, Kaaak." Ujar adeknya sambil menuju ke kamar mandi. Adek memang selalu gugup jika merasa harus ke kamar kecil ketika aku sedang berhalangan menemaninya. Kebetulan siang tadi sewaktu adek kebelet pipis, aku sedang sholat dhuhur dan kedua malaikatku itu sedang makan siang. Tapi mendengar mereka berbicara begitu sopan satu sama lain, sedikit (atau banyak) mengusik kekhusyukan sholatku. Aku terharu. Aku bangga dan bersyukur sekali pada Allah karena mereka anak-anakku. Aku tahu banget mereka saling menyayangi, cuma aku nggak nyangka kalau Kakak bisa begitu santun menyikapi permintaan adeknya. Karena biasanya Kakak selalu menolak ketika aku meminta tolong melakukan hal yang sama ketika aku sedang lelah atau sibuk mengerjakan hal yang lain. Dari nada suaranya aku bisa mendengar bahwa gadis kecilku sudah mulai bisa ngemong adeknya dan lebih bisa meng...